BANJARBARU, LenteraWayracana.id – Kepungan asap, panas, dan karakter lahan gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan menjadi tantangan tersendiri bagi Satgas Darat Karhutla Lanud Sjamsudin Noor dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah sekitar Bandara Syamsudin Noor, Jumat (28/8/2026).
Bersama Satgas Karhutla Gabungan, personel Lanud Sjamsudin Noor berjibaku di lapangan melakukan pemadaman sekaligus pembasahan lahan gambut yang masih mengeluarkan asap. Operasi tersebut tidak sekadar diarahkan untuk menghilangkan api yang tampak, tetapi juga memastikan potensi bara tersembunyi di dalam tanah dapat ditekan.
Secara ekologis, gambut memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan lahan mineral. Material organik yang menumpuk selama waktu yang panjang memungkinkan api bertahan di bawah permukaan, bahkan ketika kobaran di atas tanah telah terlihat padam. Karena itu, pembasahan menjadi tahapan krusial untuk memutus kemungkinan api kembali muncul.
Menyisir Titik Api dan Bara Tersembunyi
Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan penyisiran terhadap area yang masih mengeluarkan asap. Setiap indikasi titik api ditelusuri untuk memastikan sumber panas dapat ditemukan dan ditangani.

Api yang masih terlihat segera dipadamkan. Sementara kawasan yang telah terbakar mendapatkan pembasahan secara intensif dan berulang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif agar bara yang masih tertinggal di bawah permukaan tidak berkembang menjadi titik kebakaran baru.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla pada lahan gambut membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kesinambungan. Memadamkan api permukaan saja tidak selalu berarti persoalan selesai. Di balik kepulan asap, masih terdapat kemungkinan proses pembakaran yang berlangsung secara perlahan dan sulit terlihat secara kasatmata.
Menjaga Keselamatan Penerbangan
Kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor menjadi salah satu area prioritas dalam penanganan karhutla. Sebab, asap yang dihasilkan kebakaran dapat menurunkan jarak pandang dan berpotensi memberikan dampak terhadap keselamatan serta kelancaran aktivitas penerbangan.
Dalam konteks tersebut, pemadaman dan pembasahan memiliki dimensi strategis. Operasi di lapangan bukan hanya berkaitan dengan pengendalian api, tetapi juga merupakan bagian dari mitigasi risiko terhadap infrastruktur transportasi udara dan masyarakat yang berada di sekitarnya.
Langkah cepat untuk menangani titik api sejak dini menjadi penting. Semakin cepat sumber asap dan bara dikendalikan, semakin besar peluang untuk mencegah eskalasi kebakaran sekaligus mengurangi produksi asap yang berpotensi menyebar mengikuti kondisi angin.
Di Tengah Asap, Ada Pengabdian
Di balik operasi pemadaman, terdapat cerita tentang personel yang harus berhadapan langsung dengan kondisi lapangan yang tidak selalu bersahabat. Panas, asap pekat, dan medan gambut menjadi bagian dari keseharian mereka ketika menjalankan tugas.
Namun, pekerjaan itu harus dilakukan dengan disiplin dan kewaspadaan. Setiap titik yang telah dipadamkan kembali diperiksa, sementara area yang dinilai masih menyimpan potensi bara terus mendapatkan pembasahan.
Bagi personel Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor, tugas tersebut merupakan bentuk pengabdian yang memiliki spektrum luas. Api yang dipadamkan bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut perlindungan masyarakat, kualitas udara, kelangsungan aktivitas penerbangan, serta keberlanjutan ekosistem.
Karhutla pada akhirnya bukan sekadar peristiwa ketika api menjalar di permukaan tanah. Ia merupakan persoalan ekologis dan sosial yang membutuhkan respons cepat, terukur, serta kolaboratif. Karena itu, keterlibatan Satgas Karhutla Gabungan menjadi elemen penting dalam memperkuat efektivitas penanganan di lapangan.
Di tengah kepungan asap, personel terus bergerak. Api dipadamkan, lahan dibasahi, dan bara yang tersembunyi diantisipasi. Setiap langkah kecil di medan kebakaran menjadi bagian dari ikhtiar yang lebih besar: menjaga Bandara Syamsudin Noor tetap aman, mengurangi ancaman kabut asap, serta melindungi masyarakat dan lingkungan Kalimantan Selatan dari dampak karhutla.
Penanganan akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan dengan mengedepankan kesiapsiagaan, koordinasi, dan tindakan preventif agar kebakaran tidak kembali meluas. (LW.ID)

