Lenterawayracana.id | Tolitoli — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 44 desa se-Kabupaten Tolitoli, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian memperkuat sinergi guna memastikan proses demokrasi tingkat desa berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Bupati Tolitoli, H. Amran H. Yahya, dalam wawancara bersama LPP RRI Tolitoli yang dipandu oleh Sardono dan Syamsu Alam dari Lenterawayracana.id, menegaskan bahwa Pilkades bukan sekadar agenda rutin pemerintahan, melainkan momentum penting dalam memperkuat fondasi demokrasi lokal. Bupati menyebutkan bahwa stabilitas sosial menjadi variabel utama yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
“Pilkades adalah ruang partisipasi masyarakat desa dalam menentukan arah pembangunan. Karena itu, kita semua bertanggung jawab menjaga suasana tetap damai dan sejuk,” ujarnya.
Secara deskriptif, kondisi sosial masyarakat Tolitoli saat ini dinilai cukup kondusif. Namun, dalam pendekatan analitis, potensi gesekan horizontal tetap perlu diantisipasi, mengingat dinamika kontestasi politik di tingkat desa seringkali bersifat personal dan emosional. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi serta pendekatan persuasif kepada masyarakat.
Kapolres Tolitoli, AKBP Raden Real Mahendra, SH, SIK, turut menegaskan kesiapan institusinya dalam mengawal jalannya Pilkades. Ia menjelaskan bahwa pengamanan akan dilakukan secara terukur dengan melibatkan seluruh jajaran kepolisian hingga tingkat desa.

“Kami mengedepankan langkah preventif dan humanis. Deteksi dini terhadap potensi konflik menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Dalam perspektif ilmiah populer, pendekatan preventif yang dimaksud mencakup penguatan komunikasi sosial, pemetaan kerawanan wilayah, serta peningkatan literasi politik masyarakat. Hal ini penting untuk menekan potensi konflik berbasis misinformasi atau provokasi yang kerap muncul di masa kontestasi.
Di sisi lain, narasi human interest terlihat dari harapan masyarakat desa yang menginginkan pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata. Pilkades bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi juga tentang masa depan desa, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kesejahteraan warga.
Seorang warga yang ditemui di salah satu desa menyampaikan harapannya agar proses Pilkades berjalan jujur dan adil.
“Kami ingin pemimpin yang benar-benar peduli dengan masyarakat, bukan hanya saat kampanye saja,” ungkapnya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat, Pilkades di Kabupaten Tolitoli diharapkan menjadi contoh praktik demokrasi lokal yang matang dan berintegritas.
(LW.id)
