TOLITOLI, LenteraWayracana.id — Open Turnamen Domino Orado dalam rangka HUT ke-81 TNI resmi ditutup di Taman Kota Tolitoli, Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 11.50 WITA. Tiga hari kompetisi tersebut berakhir dengan pesan tentang silaturahmi, kebersamaan, sportivitas dan pengembangan prestasi olahraga domino.

Penutupan dihadiri Dandim 1305/BT Letkol Inf Aryanto Rolando, S.IP., Sekda Tolitoli Moh. Asrul Bantilan, S.Sos., Danlanal Tolitoli Abdul Rachman Gazali M.MTr. Opsla,
Kapolres Tolitoli AKBP Raden Real Mahendra SH S,I,K, Ketua Orado, Ketua KONI, unsur DPRD, kejaksaan serta jajaran Forkopimda lainnya.

Danramil 1305-01/Baolan, Kapten Cpl Edy, S, turut hadir sebagai koordinator kegiatan.

Dalam sambutannya, Dandim 1305/BT Letkol Inf Aryanto Rolando menyampaikan apresiasi kepada panitia, aparat keamanan dan seluruh peserta yang telah menyukseskan turnamen.

Menurutnya, Open Turnamen Orado tidak semata-mata untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antarpemain dan masyarakat Tolitoli.

“Tujuannya adalah untuk mengukir tali silaturahmi di antara para pemain Orado di Kabupaten Tolitoli. Jadi bukan untuk siapa yang menang atau siapa yang kalah,” ujar Aryanto.
Ia juga mengapresiasi panitia yang mempersiapkan kegiatan dalam waktu sekitar tiga minggu. Rangkaian pertandingan berlangsung selama tiga hari, bahkan hingga sekitar pukul 04.00 WITA, namun tetap berjalan aman, tertib dan lancar.
Apresiasi juga diberikan kepada aparat keamanan yang menjaga seluruh rangkaian pertandingan.
Pemenang Didorong Berprestasi Lebih Tinggi
Kepada para juara, Dandim menyampaikan ucapan selamat dan berharap capaian tersebut menjadi batu loncatan menuju kompetisi tingkat provinsi maupun nasional.
“Semoga ini sebagai batu loncatan bagi para pemenang dalam mengukir prestasi di ajang yang lebih tinggi,” katanya.
Menurutnya, Orado tidak harus berhenti sebagai permainan biasa, tetapi dapat menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan dan mengukir nama baik atlet Kabupaten Tolitoli.
Sementara bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, Dandim meminta agar tidak berkecil hati.
“Menang atau kalah itu tidak penting, tetapi jiwa kebersamaan di Kabupaten Tolitoli ini semakin meningkat,” tuturnya.
Pesan tersebut menempatkan kompetisi bukan hanya sebagai arena mencari pemenang, tetapi juga ruang sosial untuk memperkuat persaudaraan.
Bupati Tolitoli H. Amran Hi. Yahya berhalangan hadir dan diwakili Sekda Moh. Asrul Bantilan S, Sos. yang membacakan sambutan Bupati.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang mampu menyelenggarakan kegiatan dalam waktu sekitar tiga minggu hingga seluruh pertandingan selesai.
Menurutnya, turnamen menjadi wadah mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan dan memperkuat persaudaraan masyarakat.
Bupati juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang serta meminta peserta yang belum berhasil meraih juara agar tetap menjadikan kegiatan tersebut sebagai pengalaman dan bagian dari proses membangun kebersamaan.
Dalam sambutan Bupati turut disampaikan perkembangan Orado yang diarahkan masuk dalam struktur cabang olahraga di bawah naungan KONI.
Perkembangan ini menunjukkan adanya upaya menempatkan domino dalam kerangka olahraga yang lebih terorganisasi, dengan pembinaan dan kompetisi yang lebih terarah.
Jika dilakukan secara berkelanjutan, domino tidak hanya menjadi permainan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi ruang pengembangan kemampuan, konsentrasi, strategi dan sportivitas.
TNI dan Rakyat dalam Semangat Kebersamaan
Dalam momentum HUT ke-81 TNI, Dandim juga meminta doa dan dukungan masyarakat.
Ia menegaskan komitmen bahwa TNI lahir dari rakyat, bersama rakyat, berjuang bersama rakyat dan hadir untuk masyarakat.
Semangat tersebut tercermin dalam turnamen yang mempertemukan aparat, pemerintah, organisasi olahraga, peserta dan masyarakat dalam satu ruang kebersamaan.
Ekshibisi dan Pembagian Hadiah
Penutupan dirangkaikan dengan pertandingan ekshibisi yang melibatkan sejumlah unsur Forkopimda.
Dandim 1305/BT berpasangan dengan Sekda Tolitoli, Danlanal bersama Ketua Orado, Kapolres bersama perwakilan DPRD, serta perwakilan kejaksaan bersama perwakilan KONI.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian hadiah kepada juara harapan satu, juara keempat, ketiga, kedua dan pertama.
Hadiah menjadi penanda berakhirnya kompetisi. Namun, pesan yang diharapkan tetap tinggal adalah sportivitas, silaturahmi dan persaudaraan masyarakat Tolitoli.
LenteraWayracana.id — Mengabarkan Fakta, Menyalakan Perspektif.

