LENTERAWAYRACANA.ID | PINRANG – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti halaman Masjid Agung Al-Munawwir, Kabupaten Pinrang, Ahad (7/6), saat rombongan Jamaah Haji Kelompok Terbang (Kloter) 8 asal Kabupaten Pinrang tiba kembali di tanah air setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Kepulangan para tamu Allah itu disambut keluarga, masyarakat, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Pinrang sebagai momentum spiritual yang tidak hanya bermakna bagi individu, tetapi juga bagi kehidupan sosial kemasyarakatan.

Ketua Kloter 8 yang juga Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, H. Idris Muhammad, dalam laporannya menyampaikan bahwa dari total 393 jamaah yang diberangkatkan, termasuk petugas haji, sebanyak 391 orang berhasil kembali bersama rombongan.
Namun, perjalanan ibadah tersebut juga menyisakan duka. Satu jamaah dilaporkan wafat di Tanah Suci, sementara seorang lainnya masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi untuk menjalani tindakan operasi.
“Kami memohon doa seluruh masyarakat agar jamaah yang masih dirawat diberikan kesembuhan dan dapat segera kembali berkumpul dengan keluarga,” ujar H. Idris Muhammad.
Secara ilmiah-populer, ibadah haji kerap dipandang sebagai proses transformasi spiritual dan sosial. Selain memperkuat hubungan manusia dengan Sang Pencipta, pengalaman menjalani ritual bersama jutaan umat Islam dari berbagai negara juga membentuk karakter disiplin, solidaritas, dan empati yang tinggi.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Pinrang, Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, S.IP., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas kembalinya para jamaah dalam keadaan sehat dan selamat. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya salah seorang jamaah, seraya mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pinrang, kami mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jamaah haji. Semoga seluruh amal ibadah yang telah dilaksanakan diterima Allah SWT dan membawa predikat haji yang mabrur,” ungkap Sudirman.
Menurutnya, predikat haji mabrur tidak berhenti pada tuntasnya pelaksanaan ibadah, melainkan tercermin melalui perubahan perilaku dan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Nilai-nilai keikhlasan, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta akhlakul karimah yang diperoleh selama di Tanah Suci diharapkan menjadi teladan bagi lingkungan sekitar.
Pendekatan ini sejalan dengan konsep pembangunan sosial berbasis nilai religius, di mana individu yang memiliki integritas spiritual dapat menjadi agen penguat harmoni, persatuan, dan solidaritas di masyarakat.
“Semangat haji hendaknya tidak berhenti setelah kembali ke tanah air. Jadikan pengalaman selama di Tanah Suci sebagai pedoman dalam kehidupan sehingga dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan memberi manfaat bagi sesama,” lanjutnya.
Penyambutan jamaah haji ini turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang A. Calo Kerrang, Ketua TP PKK Kabupaten Pinrang Sri Widiati A. Irwan, Ketua MUI Kabupaten Pinrang, Ketua Baznas Kabupaten Pinrang, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat lainnya.
Kepulangan para jamaah bukan sekadar berakhirnya sebuah perjalanan panjang, tetapi juga menjadi simbol harapan agar nilai-nilai spiritual yang dibawa dari Tanah Suci dapat tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat Pinrang, memperkuat budaya gotong royong, kepedulian sosial, dan kehidupan beragama yang harmonis.
(MAMAD)
