SIGI, SULAWESI TENGAH – Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan peninjauan strategis terhadap pelaksanaan pembangunan Kawasan Daulat Pangan dan Masyarakat Produktif (KDKMP) nasional melalui kegiatan Video Conference (Vikon), Selasa (20/1/2026), pukul 10.00 WITA hingga selesai. Peninjauan tersebut memfokuskan perhatian pada KDKMP Desa Lolu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yang dinilai menunjukkan capaian pembangunan sangat signifikan.

Kegiatan vikon ini diikuti oleh Pangdam 23/Palaka Wira, Danrem 132/Tadulako, Dandim 1306/Kota Palu, unsur pemerintah daerah Kabupaten Sigi, serta perwakilan masyarakat Desa Lolu. Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan pola kolaborasi antarlembaga (collaborative governance) dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional berbasis wilayah.
Progres Pembangunan Capai 95 Persen.
Berdasarkan laporan teknis yang disampaikan dalam vikon, pembangunan KDKMP Desa Lolu telah mencapai progres fisik sekitar 95 persen per 1 Desember 2025. Proyek ini dimulai sejak peletakan batu pertama pada 17 November 2025 dan menunjukkan akselerasi pembangunan yang melampaui perencanaan awal.
Secara empiris, capaian tersebut menunjukkan efektivitas manajemen proyek serta optimalisasi sumber daya yang dijalankan oleh penyelenggara di lapangan, tanpa mengesampingkan aspek kualitas fisik pembangunan. Hal ini menjadi indikator keberhasilan implementasi kebijakan pembangunan terintegrasi antara TNI dan pemerintah daerah.
Penegasan Integritas dan Pengelolaan Anggaran.

Dalam arahannya, Wakil Panglima TNI menekankan pentingnya prinsip akuntabilitas publik dan integritas dalam pengelolaan anggaran negara. Wakil Panglima TNI mengingatkan seluruh pelaksana pembangunan agar tidak menyalahgunakan kepercayaan negara dan masyarakat.
“Saya instruksikan kepada seluruh penyelenggara pembangunan di seluruh Indonesia, jangan ada yang main-main dengan anggaran. Setiap rupiah adalah milik rakyat dan harus kembali untuk kemakmuran rakyat. Saya tidak akan mentolerir segala bentuk penyimpangan,” tegas Wakil Panglima TNI.
Penegasan tersebut sejalan dengan prinsip good governance, khususnya transparansi dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan keuangan negara pada program-program strategis nasional.
Apresiasi terhadap Kinerja dan Prestasi
Sebagai bentuk penerapan mekanisme reward and punishment, pimpinan TNI juga menyiapkan apresiasi bagi prajurit dan penyelenggara yang berhasil melaksanakan pembangunan secara profesional, tepat waktu, dan tepat sasaran.
Bentuk apresiasi tersebut antara lain kenaikan pangkat percepatan bagi personel yang dinilai berprestasi dan berintegritas, serta pemberian piagam penghargaan dan apresiasi kedinasan sebagai pengakuan atas dedikasi dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat.
Langkah ini dinilai dapat meningkatkan motivasi kerja sekaligus memperkuat budaya organisasi yang berorientasi pada kinerja dan integritas.
Dampak Sosial Ekonomi bagi Masyarakat.
KDKMP Desa Lolu diproyeksikan menjadi pusat produktivitas dan pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Dengan dukungan Forkopimda dan partisipasi aktif masyarakat, kawasan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Keberhasilan pembangunan ini bukan sekadar capaian fisik, tetapi menyangkut harga diri dan kesejahteraan masyarakat. Jika masyarakat makmur, maka ketahanan nasional akan semakin kokoh,” ujar Wakil Panglima TNI menutup arahannya.
Ringkasan Proyek KDKMP Desa Lolu:
Awal pelaksanaan: 17 November 2025
Progres pembangunan: 95 persen (per 1 Desember 2025)
Lokasi: Desa Lolu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah
Sumber: Pendam XXIII/Palaka Wira.
“Tonton juga liputan videonya di YouTube Lentera Wayracana TV”
