Lenterawayracana.id | Kabupaten Tangerang – Gelombang manusia mulai memadati kawasan Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah, Cilongok, Kecamatan Pasar Kemis, Sabtu (28/3/2026). Dalam momentum haul yang sarat nilai spiritual dan tradisi keagamaan ini, aparat keamanan bergerak cepat memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Polresta Tangerang menerjunkan sedikitnya 235 personel gabungan untuk mengawal Haul ke-25 Abah Sepuh Abuya Dimyati, Haul ke-5 Abuya Uci Turtusi, serta haul keluarga besar pesantren. Kehadiran ribuan jamaah dari berbagai daerah menjadi indikator tingginya ikatan emosional masyarakat terhadap figur ulama kharismatik tersebut.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menegaskan bahwa pengamanan dilakukan secara terpadu dan sistematis. Pendekatan ini mencerminkan konsep manajemen risiko dalam pengamanan massa, di mana potensi gangguan diidentifikasi sejak dini untuk diminimalkan dampaknya.
“Pengamanan melibatkan unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga elemen masyarakat,” ujarnya.
Dari sisi operasional, penguatan personel juga datang dari berbagai satuan, termasuk Brimob Polda Banten, Direktorat Samapta, Direktorat Pengamanan Objek Vital, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas situasi di tengah kepadatan massa.
Secara deskriptif, titik-titik strategis seperti akses masuk lokasi, jalur parkir, hingga area utama kegiatan menjadi fokus pengamanan. Sementara secara analitis, kerawanan yang diantisipasi meliputi kemacetan lalu lintas, potensi gangguan kamtibmas, hingga tindak kriminalitas seperti pencopetan, fenomena yang kerap muncul dalam kerumunan besar.

Dalam praktiknya, personel Brimob juga melakukan sterilisasi area untuk memastikan tidak ada potensi ancaman tersembunyi. Selain itu, jalur evakuasi disiapkan sebagai langkah mitigasi apabila terjadi situasi darurat, sebuah pendekatan yang selaras dengan prinsip keselamatan publik berbasis pencegahan.
Di balik pengamanan ketat tersebut, terselip pendekatan humanis. Petugas tidak hanya bertugas menjaga, tetapi juga melayani, mengarahkan jamaah, membantu lansia, hingga memastikan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.
Bagi para jamaah, haul bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah ruang refleksi, pertemuan batin antara murid dan guru, serta momentum memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah keramaian itu, suasana khusyuk tetap terasa, doa-doa dipanjatkan, zikir dilantunkan, dan rasa kebersamaan menguat.
“Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman agar jamaah dapat beribadah dengan khusyuk,” tegas Kapolresta.
Dengan pengamanan yang terstruktur dan pendekatan yang humanis, kegiatan haul diharapkan berjalan lancar tanpa gangguan berarti, sekaligus menjadi contoh sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga ketertiban di ruang publik.
Sumber: Humas Polresta Tangerang
Editor : Yudi Sayuti
