Lenterawayracana.id | Kabupaten Tangerang — Di tengah upaya penguatan ketahanan pangan nasional, langkah konkret ditunjukkan di tingkat desa. Kapolsek Kresek, AKP Sitta Mardongan Sagala, S.H., turun langsung memimpin panen jagung hibrida di Desa Talok, Kecamatan Kresek, Sabtu (28/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Program 1 Desa 2 Hektar yang berorientasi pada peningkatan produktivitas lahan sekaligus kesejahteraan petani.
Hamparan lahan seluas kurang lebih 8.000 meter persegi milik Kelompok Tani (Poktan) Jaya Mandiri tampak menguning, menandakan jagung siap dipanen setelah ditanam sejak 8 Desember 2025. Secara agronomis, jagung hibrida dikenal memiliki produktivitas lebih tinggi dibanding varietas lokal karena hasil persilangan genetik yang meningkatkan daya tahan dan efisiensi pertumbuhan.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek didampingi sejumlah unsur pemerintah dan aparat, di antaranya Kanit Binmas IPTU Marwata, Kasi Pemberdayaan Patik, Kepala Desa Talok Bunyamin, serta Kanit Provost Aiptu Arif N. Kehadiran mereka tidak sekadar simbolis, melainkan mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan berbasis pertanian.
Secara analitis, program seperti ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga memperkuat ekosistem sosial desa. Keterlibatan kader desa, RT/RW, dan kelompok tani menunjukkan adanya partisipasi kolektif yang menjadi kunci keberlanjutan program.
Di balik panen tersebut, tersimpan kisah kerja keras para petani yang merawat tanaman selama lebih dari tiga bulan. Dengan berbagai tantangan seperti cuaca dan ketersediaan sarana produksi, keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat dan aparat mampu menghasilkan output nyata.

AKP Sitta Mardongan Sagala menyampaikan apresiasi atas dedikasi para petani. Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat desa.
“Program ini bukan hanya soal panen, tetapi tentang bagaimana kita membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan pendekatan berbasis komunitas dan dukungan institusi, Desa Talok menjadi contoh bagaimana sektor pertanian dapat menjadi fondasi pembangunan yang tangguh di tingkat lokal.
Sumber: PWGK
Editor: Yudi Sayuti

