LenteraWayracana.id | Tolitoli, 14 April 2026 — Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa di Gedung Serba Guna Desa Tinabogan, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli, Selasa pagi (14/4), saat Kerukunan Keluarga Dondo Sulawesi Tengah (KKDST) menggelar kegiatan Halal Bihalal.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dan unsur pimpinan wilayah, di antaranya Camat Dondo Moh Yasin S, Sos. Danramil 1305-04 Dondo Peltu Irwan, Kapolsek Kec, Dondo Iptu Ikmal, SH. Ketua Umum Badan Pengurus Pusat KKDST Ustadz Alimudin, S.E., serta Ketua Dewan Penasihat KKDST Drs. Sirajudin, S.Pd., M.Pd., Bendahara Umum KKDST Moh.Ikbal,S.E.dan Ketua Dewan Kehormatan Idham Halisin,S.P.d.M.P.d dan Para Tokoh Adat Dondo dari Kec.Galang,Dondo,BasiDondo,Ogodeide dan lampasio bersama jajaran pengurus dan anggota KKDST.
Momentum ini menjadi ruang temu lintas elemen masyarakat Dondo dalam semangat pasca-Idulfitri.
Mengusung tema “Rayakan Kemenangan dengan Hati Bersih untuk Mempererat Persaudaraan”, kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi juga menjadi refleksi kolektif atas pentingnya kohesi sosial dalam komunitas. Dalam perspektif ilmiah populer, kohesi sosial merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan harmoni masyarakat berbasis kekerabatan.
Dalam sambutannya, Ustadz Alimudin, S.E. menegaskan bahwa KKDST didirikan sebagai “rumah bersama” bagi seluruh warga Dondo di Nusantara. Ia menekankan bahwa organisasi ini bukan hanya wadah silaturahmi, tetapi juga instrumen sosial untuk menjaga nilai-nilai luhur adat, budaya, dan kearifan lokal.
“KKDST hadir untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan empati, dan menjaga persatuan. Ini penting agar identitas budaya kita tetap hidup di tengah dinamika zaman,” ujarnya.
Senada dengan itu, Camat Dondo dalam sambutannya mengapresiasi eksistensi KKDST sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat jaringan sosial masyarakat. Ia menilai organisasi berbasis kekerabatan seperti KKDST memiliki peran signifikan dalam membangun solidaritas sosial yang inklusif.

Ceramah agama disampaikan oleh Drs. Sirajudin, S.Pd., M.Pd., yang mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum Halal Bihalal sebagai sarana pembersihan hati dan penguatan ukhuwah.
“Esensi kemenangan bukan hanya pada ritual, tetapi pada kemampuan kita memaafkan dan mempererat hubungan sesama,” tuturnya.
Kegiatan ini juga diwarnai interaksi hangat antarwarga, mulai dari saling bersalaman hingga berbagi cerita lintas generasi. Dari sudut pandang human interest, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa identitas komunal tidak hanya dibangun melalui struktur formal, tetapi juga melalui relasi emosional yang terjalin dari waktu ke waktu.
Halal Bihalal KKDST di Desa Tinabogan pun menjadi simbol kuat bahwa di tengah arus modernisasi, nilai persaudaraan dan kebersamaan tetap menjadi jangkar utama dalam kehidupan masyarakat Dondo.
(LW.id)
