Tolitoli — Kapolres Tolitoli AKBP Raden Real Mahendra, S.H., S.I.K melaksanakan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Sirojul Ma’ruf yang berlokasi di Jalan Dapalak, Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 09.00 WITA. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda silaturahmi sekaligus penguatan kemitraan strategis antara Polri dan lembaga pendidikan keagamaan.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Tolitoli didampingi Kasat Intelkam Polres Tolitoli AKP Army Casriyanto serta Kapolsek Baolan Iptu Samir Muhammad, S.H., M.H. Rombongan disambut langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren Sirojul Ma’ruf beserta jajaran pengurus, dengan Ketua Pondok Pesantren Kyai Abd. Mujib Purwanto, S.Hi turut mendampingi seluruh rangkaian kegiatan.
AKBP Raden Real Mahendra memperkenalkan diri sebagai Kapolres Tolitoli yang baru sekaligus memohon doa restu agar dapat menjalankan amanah sebagai penanggung jawab keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Tolitoli. Ia juga mengajak pengurus pondok pesantren untuk berperan aktif menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat, khususnya kalangan santri dan wali santri.
Secara konseptual, kolaborasi antara institusi kepolisian dan lembaga pendidikan keagamaan memiliki nilai strategis dalam membangun social capital masyarakat. Pendekatan partisipatif ini sejalan dengan teori pencegahan kejahatan berbasis komunitas (community-based crime prevention), di mana keterlibatan tokoh agama dan institusi pendidikan berfungsi sebagai agen kontrol sosial yang efektif dalam menjaga stabilitas sosial.
Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Sirojul Ma’ruf Kyai Abd. Mujib Purwanto menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolres Tolitoli. Ia menegaskan kesiapan pihak pesantren untuk bersinergi dengan Polres Tolitoli dalam menciptakan kondusivitas wilayah, khususnya melalui pembinaan karakter santri yang berlandaskan nilai moral, etika, dan kedisiplinan.

Seluruh rangkaian kegiatan kunjungan berlangsung tertib, aman, dan lancar serta mendapat sambutan positif dari pihak pondok pesantren. Kegiatan ini dinilai mampu mempererat hubungan kelembagaan antara Polri dan lembaga pendidikan keagamaan, sekaligus membangun komunikasi yang konstruktif dan berkelanjutan.
Secara sosiologis, kunjungan tersebut berpotensi memberikan dampak positif terhadap persepsi publik terhadap institusi Polri. Peningkatan interaksi yang humanis dan edukatif diyakini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat (public trust) serta memperluas dukungan sosial terhadap program pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang diinisiasi Polres Tolitoli.
