PALU, Sulawesi Tengah — Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Pelantikan Ketua dan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) serta Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 yang dipusatkan di Hotel Swiss-Belhotel Palu, Kamis 29 Januari 2026 Pukul 10.00 Wita. Kegiatan ini menjadi momentum strategis konsolidasi organisasi sekaligus penguatan arah kebijakan partai menjelang agenda politik nasional dan daerah.
Pelantikan tersebut secara resmi mengukuhkan jajaran Ketua dan pengurus DPC Hanura dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Sulawesi Tengah, disaksikan oleh unsur pengurus pusat, kader partai, serta tamu undangan dari unsur pemerintah dan tokoh masyarakat.
Ketua DPD Hanura Sulawesi Tengah dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari proses institusionalisasi partai politik. Menurutnya, penguatan struktur hingga tingkat cabang merupakan prasyarat utama bagi efektivitas fungsi partai sebagai sarana pendidikan politik, artikulasi kepentingan rakyat, dan rekrutmen kepemimpinan politik.
“Partai politik yang sehat adalah partai yang memiliki struktur organisasi yang solid, sistem kerja yang terukur, serta kader yang memahami ideologi dan platform perjuangan partai,” ujarnya.
Selanjutnya, agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Hanura 2026 difokuskan pada penyusunan program kerja jangka menengah dan jangka pendek yang berbasis pada analisis kebutuhan daerah. Dalam forum tersebut, para peserta membahas strategi penguatan elektoral, konsolidasi kader, serta perumusan program yang selaras dengan dinamika sosial, ekonomi, dan politik di Sulawesi Tengah.
Rakerda dipandang sebagai instrumen perencanaan organisasi yang berfungsi untuk menyelaraskan visi ideologis partai dengan realitas empiris di lapangan. Melalui pendekatan perencanaan partisipatif, Hanura berupaya memastikan bahwa kebijakan dan program yang dirumuskan memiliki relevansi sosial serta berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Beberapa isu strategis yang mengemuka dalam Rakerda antara lain penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta peran partai dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Isu-isu tersebut dinilai sejalan dengan prinsip Hanura sebagai partai yang mengedepankan hati nurani rakyat dalam setiap kebijakan politiknya.


Ketua panitia pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa pelaksanaan pelantikan dan Rakerda diharapkan mampu meningkatkan soliditas internal partai sekaligus memperkuat koordinasi antarstruktur. Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan organisasi dan loyalitas kader dalam menghadapi tantangan politik ke depan.
“Melalui Rakerda ini, kami ingin membangun kesepahaman kolektif bahwa kerja politik harus dilakukan secara sistematis, terukur, dan berorientasi pada kepentingan publik,” jelasnya.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan tertib tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh pengurus DPC Hanura se-Sulawesi Tengah untuk menjalankan hasil-hasil Rakerda secara konsisten. Komitmen ini menjadi simbol keseriusan partai dalam memperkuat peran politiknya di tingkat lokal maupun nasional.
(REDAKSI)

