Banjarbaru, LenteraWayracana.id | – Pengabdian tidak selalu hadir dalam bentuk operasi militer atau kesiapsiagaan menjaga ruang udara. Di tengah denyut kehidupan masyarakat, pengabdian juga dapat menjelma menjadi pelayanan kesehatan, bantuan sosial, hingga keberpihakan terhadap ekonomi kerakyatan.

Semangat itulah yang tergambar dalam peringatan Hari Bakti ke-79 TNI Angkatan Udara Tahun 2026 yang digelar Lanud Sjamsudin Noor di Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) Sjamsudin Noor, Landasan Ulin, Banjarbaru, Sabtu (1/8/2026).

Mengusung tema “Bakti TNI Angkatan Udara untuk Indonesia Maju”, kegiatan tersebut dikemas melalui bakti sosial kesehatan gratis dan bazar UMKM murah. Ribuan warga dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan memanfaatkan momentum tersebut untuk memperoleh layanan kesehatan sekaligus memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau.

Sejak pagi, suasana di lokasi kegiatan telah dipenuhi aktivitas masyarakat. Rangkaian acara diawali senam Zumba yang diikuti Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 13/D.II Lanud Sjamsudin Noor, Ny. Yana Ambarita, bersama jajaran pengurus, keluarga besar Lanud Sjamsudin Noor dan masyarakat.
Bagi sebagian warga, kegiatan itu bukan sekadar agenda seremonial. Pertemuan antara institusi pertahanan dan masyarakat dalam ruang sosial yang terbuka menciptakan interaksi yang lebih cair. Ada semangat hidup sehat, tetapi juga ada pesan sosial bahwa institusi negara hadir dan berinteraksi langsung dengan denyut kehidupan rakyat.
Pada sektor kesehatan, RSAU Sjamsudin Noor mengerahkan tenaga medis dan dokter spesialis untuk memberikan pelayanan secara gratis dan profesional. Layanan yang tersedia meliputi pengobatan umum, pemeriksaan kesehatan, donor darah, khitanan massal, pemeriksaan dan pelayanan kesehatan gigi, pemeriksaan mata hingga operasi katarak.

Tidak berhenti pada layanan medis, kepedulian sosial juga diwujudkan melalui pembagian paket sembako dan santunan kepada anak yatim piatu.
Dalam perspektif sosial, rangkaian pelayanan tersebut memperlihatkan bahwa kesehatan merupakan salah satu pintu masuk paling konkret untuk membangun kualitas kehidupan masyarakat. Ketika akses terhadap layanan kesehatan diperluas, negara bukan hanya mengobati penyakit, tetapi turut memperkuat modal sosial dan produktivitas masyarakat.
Di sisi lain, bazar UMKM dan kebutuhan pokok murah memberikan warna berbeda. Beras, minyak goreng, LPG 3 kilogram serta berbagai produk UMKM lokal dipasarkan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Kebijakan sederhana itu memiliki dampak yang relatif langsung bagi masyarakat. Di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus bergerak dinamis, selisih harga kebutuhan pokok dapat menjadi ruang bernapas bagi keluarga. Pada saat bersamaan, pelaku UMKM memperoleh ruang promosi dan pemasaran bagi produk mereka.
Dengan demikian, kegiatan Hari Bakti TNI AU tidak hanya memiliki dimensi sosial, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi masyarakat. Bakti sosial kesehatan menjawab kebutuhan pelayanan dasar, sedangkan bazar UMKM menjadi instrumen kecil untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti ke-79 TNI Angkatan Udara sekaligus bentuk nyata kepedulian institusinya kepada masyarakat Banjarbaru dan sekitarnya.
Menurutnya, pengabdian TNI Angkatan Udara tidak semata-mata berkaitan dengan tugas menjaga kedaulatan wilayah udara nasional, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi sosial yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Melalui bakti sosial kesehatan dan bazar UMKM murah ini, kami ingin menunjukkan bahwa pengabdian TNI Angkatan Udara tidak hanya diwujudkan dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam membantu meringankan beban masyarakat melalui kepedulian terhadap kesehatan, kesejahteraan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan spektrum pengabdian militer yang memiliki dimensi multidimensional. Pertahanan negara tetap menjadi tugas utama, tetapi kedekatan dengan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik.
Dalam konteks itulah, kegiatan Hari Bakti ke-79 TNI AU dapat dipandang sebagai bentuk social engagement—sebuah jembatan yang mempertemukan institusi pertahanan dengan kebutuhan konkret masyarakat.
Kehadiran TNI AU di tengah masyarakat juga tidak berhenti pada pemberian bantuan. Interaksi langsung, pelayanan humanis dan pemberdayaan ekonomi menciptakan ruang komunikasi yang memungkinkan hubungan institusional berkembang menjadi hubungan sosial yang lebih erat.
Rangkaian kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Adi Santoso, S.Sos., M.Si., perwakilan Forkopimda Kalimantan Selatan, Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 13/D.II Lanud Sjamsudin Noor Ny. Yana Ambarita beserta jajaran pengurus, para Kepala Dinas dan Pejabat List A Lanud Sjamsudin Noor, mitra kerja yang mendukung kegiatan, serta para Purnawirawan TNI AU yang tergabung dalam PPAU Cabang 41 Banjarmasin.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan peninjauan bersama ke sejumlah lokasi pelayanan. Para pejabat dan unsur terkait menyapa pasien, memberikan motivasi, sekaligus berinteraksi dengan masyarakat yang mengikuti kegiatan.
Di balik angka ribuan penerima manfaat, terdapat cerita manusia yang menjadi substansi utama kegiatan tersebut: warga yang memperoleh pemeriksaan kesehatan, pasien yang mendapat pelayanan mata, anak-anak yang menerima santunan, keluarga yang terbantu dengan harga kebutuhan pokok, hingga pelaku UMKM yang memperoleh kesempatan memperkenalkan produknya.
Pada akhirnya, Hari Bakti ke-79 TNI Angkatan Udara di Lanud Sjamsudin Noor memperlihatkan bahwa makna pengabdian dapat hadir melalui tindakan yang sederhana tetapi menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat.
Bagi masyarakat, kehadiran tersebut bukan hanya tentang seragam dan simbol institusi. Lebih jauh, ia hadir dalam bentuk pelayanan, kepedulian dan manfaat nyata, sebuah artikulasi bahwa menjaga Indonesia juga berarti ikut merawat kehidupan masyarakatnya.
Sumber: Pen Lanud Sjamsudin Noor (LW.ID)

