Pinrang, LenteraWayracana.id | — Profesionalisme prajurit tidak lahir secara instan. Ia ditempa melalui disiplin, repetisi, dan kesediaan untuk terus belajar. Prinsip itulah yang tercermin dalam latihan Pencak Silat Militer (PSM) yang rutin dilaksanakan prajurit Kodim 1404/Pinrang di Lapangan Makodim 1404/Pinrang, Selasa (18/8/2026).

Latihan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemampuan dasar keprajuritan sekaligus ikhtiar menjaga kesiapsiagaan personel agar tetap berada dalam kondisi prima. Para prajurit mengikuti setiap materi dengan penuh semangat, disiplin, dan kesungguhan.
Secara teknis, materi latihan mencakup sikap dasar, gerakan bela diri, teknik serangan dan tangkisan, hingga latihan berpasangan. Setiap gerakan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan ketepatan teknik, koordinasi tubuh, serta aspek keselamatan.
Dalam perspektif pembinaan sumber daya manusia militer, latihan berulang memiliki fungsi penting. Repetisi bukan sekadar menguatkan kemampuan fisik, melainkan membangun respons motorik dan ketepatan pengambilan keputusan sehingga keterampilan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur ketika menghadapi situasi yang membutuhkan kesiapsiagaan.
Di sisi lain, PSM juga menjadi medium pembentukan karakter. Keberanian, ketangkasan, konsentrasi, pengendalian diri, serta kepercayaan diri ditempa melalui proses latihan yang konsisten. Di sinilah latihan fisik menemukan dimensi yang lebih luas: bukan hanya membentuk tubuh yang kuat, tetapi juga mental yang tangguh.

Dandim 1404/Pinrang Letkol Czi Imam Subekti, S.E., M.Sc., menegaskan bahwa latihan harus dilaksanakan secara serius, terukur, dan berkesinambungan.
“Latihan merupakan bagian penting dalam membentuk prajurit yang profesional dan siap melaksanakan tugas. Karena itu, laksanakan latihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan tetap mengutamakan faktor keamanan,” tegasnya.
Pesan tersebut menempatkan latihan sebagai investasi jangka panjang bagi kesiapan satuan. Sebab, kualitas prajurit tidak hanya diukur ketika berada dalam situasi penugasan, tetapi juga dari konsistensi mereka mempersiapkan diri pada kondisi normal.
Bagi prajurit Kodim 1404/Pinrang, lapangan latihan menjadi ruang untuk menguji batas kemampuan sekaligus memperkuat solidaritas. Keringat yang jatuh dalam setiap sesi latihan merupakan bagian dari proses panjang menuju kesiapan menjalankan amanah pengabdian.
Dengan semangat “Gaspol Tanpa Rem”, Kodim 1404/Pinrang terus menjaga ritme pembinaan personel melalui latihan yang disiplin dan berkelanjutan. Konsistensi tersebut diharapkan melahirkan prajurit yang tangguh, profesional, adaptif, serta senantiasa siap menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara maupun membantu masyarakat. (Mamad)

