KONAWE SELATAN – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mulai mengakselerasi langkah strategis dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara 2026. Momentum ini ditandai dengan dorongan kuat terhadap restrukturisasi kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Konsel sebagai fondasi awal pembinaan atlet yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, secara terbuka memberikan dukungan kepada Wakil Bupati, Wahyu Ade Pratama Imran, untuk memimpin KONI Konsel periode 2026–2031. Langkah ini dinilai sebagai upaya percepatan konsolidasi organisasi olahraga di tengah waktu persiapan yang semakin terbatas menuju Porprov yang dijadwalkan berlangsung di Kendari pada akhir 2026.
Dalam perspektif manajemen olahraga modern, transisi kepemimpinan yang cepat dan efektif merupakan variabel penting dalam menjaga kesinambungan program pembinaan atlet. Irham menegaskan bahwa kesiapan struktur organisasi akan berimplikasi langsung terhadap kualitas persiapan kontingen.
“Saya sepakat jika Ketua KONI dijabat oleh Wakil Bupati. Harapannya, seluruh pengurus cabang olahraga segera menyiapkan atlet terbaik untuk Porprov,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa strategi pembinaan akan berbasis pada potensi lokal. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada prestasi jangka pendek, tetapi juga pembangunan ekosistem olahraga daerah yang berkelanjutan. Pemerintah daerah, kata Irham, telah menyiapkan dukungan anggaran yang memadai tanpa harus bergantung pada atlet dari luar daerah.
“Di Konsel banyak atlet potensial. Tinggal dilakukan seleksi yang objektif dan terukur,” tegasnya.
Pendekatan berbasis lokal ini memiliki dimensi human interest yang kuat. Di balik target medali, terdapat harapan dan kerja keras atlet-atlet muda daerah yang selama ini berlatih dalam keterbatasan fasilitas. Kebijakan ini membuka ruang afirmasi bagi mereka untuk tampil di panggung kompetisi yang lebih besar.

Senada dengan itu, Ketua DPRD Konsel, Hamrin, menyatakan dukungan legislatif terhadap percepatan pembentukan kepengurusan KONI yang baru. Ia menilai, kesiapan organisasi harus berjalan paralel dengan proses seleksi atlet di tingkat cabang olahraga.
“Kami mendukung penuh. Pengcab harus segera bergerak, melakukan seleksi bahkan uji coba atlet agar kesiapan semakin matang,” ujarnya.
Secara analitis, sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi indikator penting dalam memastikan keberhasilan program olahraga daerah. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat legitimasi kebijakan, tetapi juga menjamin keberlanjutan dukungan anggaran dan program pembinaan.
Dengan waktu yang terus berjalan menuju Porprov 2026, Konsel kini berada pada fase krusial: membangun tim yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga merepresentasikan identitas dan kebanggaan daerah. Keberhasilan langkah ini akan menjadi tolok ukur efektivitas tata kelola olahraga daerah sekaligus cermin investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
Sumber: Olahan dari pernyataan resmi Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dan DPRD Konsel.
(Ikmal)
