PUNCAK JAYA, LenteraWayracana.id – Sebanyak 665 calon pegawai negeri sipil (CPNS) Formasi 2024 mengikuti pembukaan Pelatihan Dasar (Latsar) Gelombang II dan III di Aula Sasana Kaonak, Jalan Pilihpus Andreas Come, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk membentuk aparatur negara yang berintegritas, kompeten, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pembukaan dilakukan oleh Bupati Puncak Jaya, Dr. Yuni Wonda, S.Sos., S.IP., M.M., dengan dihadiri unsur TNI–Polri, pemerintah daerah, legislatif, serta tokoh keagamaan. Kodim 1714/Puncak Jaya turut hadir melalui Pasi Pers Kapten Inf Harpa.

Hadir pula Kepala BPSDM Provinsi Papua Emanuel Korey, Ketua DPRK Puncak Jaya Letius Telenggen, Wakil Bupati Mus Kogoya, jajaran BKPPD, Polres Puncak Jaya, Satpol PP, serta Ketua Klasis GIDI Mulia Pdt. Telius Wonda.

Latsar Bukan Sekadar Formalitas
Dalam arahannya, Emanuel Korey menegaskan bahwa ASN merupakan pelayan masyarakat, bukan semata-mata pelaksana administrasi pemerintahan. Integritas, disiplin, kemauan belajar, dan semangat kolaborasi menjadi fondasi penting dalam menjalankan amanah publik.


Bupati Yuni Wonda menambahkan, Latsar CPNS bukan hanya pemenuhan persyaratan administratif, melainkan fase pembentukan karakter dan profesionalisme aparatur. Peserta diharapkan menginternalisasi nilai dasar ASN BerAKHLAK: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Ia juga menekankan kesiapan peserta untuk mengabdi dan ditempatkan di seluruh wilayah Kabupaten Puncak Jaya sesuai kebutuhan organisasi.
Integritas sebagai Ukuran Pengabdian
Secara substantif, pelatihan dasar menjadi titik awal transformasi calon aparatur menjadi pelayan publik yang bertanggung jawab. Di wilayah dengan tantangan geografis dan kebutuhan pembangunan yang beragam seperti Puncak Jaya, kompetensi birokrasi perlu berjalan beriringan dengan kepekaan sosial serta komitmen menghadirkan pelayanan yang merata.
Keberhasilan Latsar pada akhirnya tidak cukup diukur dari kelulusan peserta, tetapi dari kemampuan mereka menerjemahkan pengetahuan dan nilai ASN ke dalam tindakan nyata yang dirasakan masyarakat.
Kegiatan yang didanai melalui APBD Kabupaten Puncak Jaya Tahun Anggaran 2026 tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar, kemudian ditutup dengan laporan panitia serta foto bersama.


