TOLITOLI, SULAWESI TENGAH – Dalam rangka menyemarakkan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) BKPRMI Baolan menggelar kegiatan Safari Ramadan, Kamis (26/2/2026), di Masjid Adzikra Dapalak, Kabupaten Tolitoli.

Kegiatan tersebut dipimpin Ketua DPK BKPRMI Kecamatan Baolan, Ghufron Arsyah Prawira, S.Sos., didampingi jajaran pengurus kecamatan dan unsur bidang terkait. Rombongan disambut pengurus dan jamaah Masjid Adzikra Dapalak dalam suasana penuh kekeluargaan.
Rangkaian agenda diawali dengan buka puasa bersama yang dilaksanakan secara internal sebagai bagian dari konsolidasi organisasi. Secara sosiologis, momen kebersamaan seperti ini berfungsi memperkuat kohesi sosial dan solidaritas kelompok, yang dalam teori organisasi disebut sebagai penguatan group bonding sebelum menjalankan aktivitas eksternal berbasis pelayanan masyarakat.
Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan ke masjid tujuan untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan cenderamata kepada perwakilan takmir masjid. Pemberian apresiasi tersebut merupakan bentuk penguatan simbolik atas peran masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan dan pemberdayaan umat.
Sekretaris Takmir Masjid Adzikra Dapalak, H. Hasanuddin, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Safari Ramadan tersebut. Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut, termasuk rencana pembentukan Remaja Islam Masjid (Risma) sebagai wadah pembinaan generasi muda.

Dalam sambutannya, Ketua DPK BKPRMI Kecamatan Baolan menegaskan tiga fokus gerakan organisasi, yakni kemasjidan, kepemudaan, dan ukhuwah (persaudaraan). Ia menyampaikan bahwa masjid memiliki fungsi multidimensional, bukan hanya sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, dan penguatan nilai moral masyarakat.
Secara ilmiah, pendekatan berbasis masjid dalam pembinaan pemuda sejalan dengan konsep community-based development, yakni pembangunan yang bertumpu pada institusi sosial lokal untuk memperkuat kapasitas generasi muda. Pemuda dinilai sebagai agent of change yang memiliki potensi besar dalam transformasi sosial apabila diberikan ruang partisipasi yang konstruktif.
Sementara itu, nilai ukhuwah dipandang sebagai fondasi integratif yang memperkuat kerja kolektif. Dalam perspektif ilmu sosial, solidaritas yang terbangun melalui interaksi rutin dan tujuan bersama akan meningkatkan efektivitas gerakan sosial berbasis keagamaan.
Safari Ramadan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi berkelanjutan antara pengurus masjid, pemuda, dan masyarakat.
Dengan demikian, masjid dapat semakin berfungsi optimal sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan karakter generasi muda di Kabupaten Tolitoli.
(LWM.ID)
