Lenterawayracana.id | TOLITOLI — Ketua DPK BKPRMI Kecamatan Baolan, Ghufron Arsyah Prawira, S.Sos, menyerukan pentingnya peran aktif pemuda masjid sebagai penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat.
Dalam pernyataannya, Ghufron menegaskan bahwa pemuda tidak boleh hanya menjadi pengamat, melainkan harus tampil sebagai pelaku utama dalam proses transformasi sosial keumatan.
Seruan tersebut mencerminkan kebutuhan akan penguatan kapasitas generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan sosial kontemporer. Secara analitis, kondisi ini menunjukkan adanya urgensi revitalisasi peran pemuda dalam membangun ketahanan sosial berbasis nilai-nilai keagamaan.
Ia juga menekankan pentingnya integrasi antara iman, ilmu, dan aksi nyata sebagai landasan gerakan pemuda masjid. Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara aspek spiritual dan sosial dalam pembangunan masyarakat.
Selain itu, pesan yang disampaikan mengandung dimensi motivasional yang kuat, terutama dalam mendorong kesadaran kolektif pemuda untuk berkontribusi aktif. Hal ini menjadi relevan di tengah tantangan globalisasi yang cenderung menggeser nilai-nilai lokal dan religius.
Dengan semangat “kalau bukan kita, siapa lagi, kalau bukan sekarang, kapan lagi,” Ghufron mengajak seluruh pemuda masjid untuk mengambil peran strategis dalam membangun peradaban umat yang lebih kuat dan berdaya.

Gerakan ini diharapkan mampu melahirkan berbagai inisiatif konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi pemuda sebagai agen perubahan di tingkat lokal.
(GF)

