LWM.ID | TOLI-TOLI, Desa Buntuna – Upaya memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus diintensifkan oleh jajaran Polsek Baolan melalui pendekatan persuasif dan edukatif berbasis kemitraan. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan penyampaian imbauan kamtibmas yang digelar di Masjid Darul Muttakin, Dusun Taupa, Desa Buntuna, pada Sabtu, 28 Februari 2026, sebelum pelaksanaan sholat tarawih.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Bripka Emil selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Tambun, yang merupakan bagian dari jajaran Polres Tolitoli melalui Polsek Baolan. Momentum menjelang ibadah tarawih dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi sosial yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan preventif kepada jamaah.
Dalam penyampaiannya, Bripka Emil menekankan bahwa keamanan lingkungan bukan semata tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. Konsep ini sejalan dengan paradigma community policing, yang menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam sistem keamanan berbasis komunitas.
Secara sosiologis, stabilitas kamtibmas dipengaruhi oleh tingkat kohesi sosial dan partisipasi warga dalam menjaga lingkungannya. Oleh karena itu, pendekatan preemtif dan preventif dinilai memiliki signifikansi tinggi dalam menekan potensi gangguan keamanan. Pendekatan ini berorientasi pada pembangunan kesadaran kolektif (collective awareness) dan literasi keamanan sebagai langkah mitigasi risiko sosial.
Bripka Emil juga mengingatkan jamaah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, seperti pencurian, peredaran informasi hoaks, serta penyalahgunaan teknologi digital yang dapat memicu konflik sosial. Ia mengajak masyarakat untuk segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian apabila menemukan indikasi gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar.

“Peran aktif masyarakat sangat menentukan terciptanya rasa aman. Kesadaran menjaga keamanan harus dimulai dari lingkungan keluarga, diperkuat di tempat ibadah, dan diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Keterlibatan Polsek Baolan dalam forum keagamaan ini merupakan bagian dari strategi komunikasi publik yang humanis dan dialogis. Pendekatan tersebut dinilai efektif dalam membangun trust building antara aparat kepolisian dan masyarakat, sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara kepolisian dan warga, sekaligus memperkuat legitimasi sosial aparat dalam menjalankan fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan adanya sinergitas antara Polsek Baolan dan masyarakat Desa Buntuna, diharapkan tercipta lingkungan yang kondusif, aman, dan resilien terhadap berbagai dinamika sosial yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, khususnya selama bulan Ramadan yang identik dengan peningkatan aktivitas masyarakat pada malam hari.

