MAROS — Debit air Sungai Maros di wilayah Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, terpantau terus mengalami peningkatan sejak beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang dan terjadi secara berkelanjutan sejak awal pekan.
Peningkatan debit air tersebut menimbulkan potensi terjadinya luapan sungai yang dapat berdampak pada permukiman warga di daerah bantaran sungai. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap kemungkinan banjir yang dapat terjadi sewaktu-waktu apabila intensitas hujan kembali meningkat.
Secara hidrologis, hujan dengan durasi panjang dan intensitas tinggi berkontribusi langsung terhadap peningkatan volume aliran permukaan (run off) yang masuk ke badan sungai. Ketika kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air yang meningkat, maka risiko banjir menjadi tidak terelakkan.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah Sulawesi Selatan, wilayah Kabupaten Maros masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan. Kondisi atmosfer yang labil turut meningkatkan peluang terjadinya cuaca ekstrem, termasuk angin kencang dan hujan disertai petir.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maros mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir, untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan kondisi debit sungai. Warga juga diminta menyiapkan langkah antisipasi dini, seperti mengamankan barang berharga dan mengikuti arahan dari pemerintah setempat.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan lapangan guna mengantisipasi dampak yang lebih luas. Upaya mitigasi bencana menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko kerugian materiil maupun keselamatan jiwa akibat bencana hidrometeorologi.
(Jamal Ahary)
