Lentera wayracana.id | Tolitoli – Dalam suasana penuh kehangatan dan nilai spiritual di bulan suci Ramadan, Kejaksaan Negeri Toli-Toli menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan insan pers yang tergabung dalam Koalisi Wartawan Toli-Toli. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum berbagi keberkahan, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara lembaga penegak hukum dengan para jurnalis di Kabupaten Tolitoli.
Acara yang berlangsung dalam nuansa sederhana namun penuh makna itu turut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Toli-Toli, Ibnu Firman Ide Amin SH, MH, didampingi para Pejabat Utama (PJU) Kejari Toli-Toli. Hadir pula Kepala Seksi Intelijen yang baru, Andi Gunawan SH, MH, yang dalam kesempatan tersebut diperkenalkan secara langsung kepada para awak media sebagai bagian dari penguatan komunikasi kelembagaan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Koalisi Wartawan Toli-Toli, Rahmadi Manggona, pimpinan redaksi Lentera Wayracana, serta pimpinan redaksi Tabenews, Reporter LPP RRI Toli-Toli Sardono dan Kontributor TVRI Sulteng Muh, Sabran bersama sejumlah jurnalis dari berbagai media yang bertugas di wilayah Kabupaten Tolitoli.
Dalam sambutannya, Kepala Kejari Toli-Toli Ibnu Firman Ide Amin SH , MH, menegaskan bahwa hubungan antara institusi penegak hukum dan media memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, pers memiliki peran penting sebagai pilar demokrasi yang mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat luas.
“Media bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga bagian dari mekanisme kontrol sosial yang konstruktif. Oleh karena itu, sinergi antara kejaksaan dan insan pers perlu terus dipelihara dalam kerangka profesionalitas, integritas, dan tanggung jawab moral,” ujarnya.
Secara intelektual, pertemuan tersebut mencerminkan sebuah paradigma kolaboratif antara institusi negara dan masyarakat sipil dalam membangun tata kelola pemerintahan yang terbuka. Pers dalam konteks ini dipandang sebagai agen literasi publik yang berperan mengedukasi masyarakat melalui informasi yang faktual, objektif, dan berimbang.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Andi Gunawan SH, MH, yang baru diperkenalkan kepada para jurnalis menyampaikan komitmennya untuk membangun komunikasi yang harmonis dengan media. Ia menilai bahwa transparansi informasi merupakan bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“Sinergitas dengan rekan-rekan media merupakan kebutuhan institusional dalam rangka menyampaikan informasi hukum kepada masyarakat secara proporsional dan edukatif,” ungkapnya.
Ketua Koalisi Wartawan Toli-Toli, Rahmadi Manggona, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kejari Toli-Toli yang membuka ruang dialog dan silaturahmi dengan para jurnalis. Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara pers dan aparat penegak hukum akan memperkuat kualitas pemberitaan serta meningkatkan pemahaman publik terhadap isu-isu hukum.
Momentum buka puasa bersama ini juga sarat dengan nilai religiusitas. Ramadan dimaknai sebagai ruang kontemplasi spiritual yang tidak hanya mengajarkan pengendalian diri, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial. Dalam perspektif etik keagamaan, silaturahmi diyakini sebagai sarana memperpanjang keberkahan hidup serta memperkuat ukhuwah antarsesama.
Menjelang waktu berbuka, suasana keakraban semakin terasa ketika para tamu yang hadir berbincang santai sembari menunggu adzan Magrib. Kebersamaan tersebut menggambarkan bahwa hubungan antara kejaksaan dan insan pers di Tolitoli tidak semata-mata bersifat formal, tetapi juga dilandasi semangat persaudaraan dan komitmen bersama dalam menjaga kepentingan publik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta hubungan yang semakin harmonis antara Kejaksaan Negeri Toli-Toli dan insan pers di Kabupaten Tolitoli, sehingga kolaborasi dalam menyampaikan informasi yang kredibel, edukatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat dapat terus terjaga dengan baik.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga mencerminkan bahwa dialog antara penegak hukum dan media merupakan elemen penting dalam membangun masyarakat yang sadar hukum, berpengetahuan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.
(LW.id)

