BUTON UTARA – Potensi wisata bahari Pantai Wanua Ndoke di Desa Lantagi, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, tengah mengalami degradasi serius. Kawasan yang sebelumnya diproyeksikan sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) dan penopang ekonomi lokal itu kini terpantau terbengkalai tanpa pengelolaan berkelanjutan.
Hasil pantauan lapangan menunjukkan kondisi fisik pantai tidak lagi merepresentasikan kawasan wisata. Akses masuk utama berupa tangga tertutup vegetasi liar dan tanaman merambat, sehingga menurunkan tingkat keselamatan serta kenyamanan pengunjung.
Kerusakan fasilitas juga terlihat signifikan. Sejumlah gazebo sebagai sarana pendukung pariwisata dilaporkan roboh dengan material berserakan. Secara struktural, tiang penyangga menunjukkan gejala pelapukan akibat faktor cuaca dan tidak adanya perawatan preventif.
Selain itu, pencemaran visual dan lingkungan turut menjadi persoalan. Sampah plastik dan limbah domestik tersebar di sepanjang pesisir, berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem pesisir. Dalam perspektif ekologi pesisir, kondisi tersebut dapat mempercepat degradasi habitat pantai serta menurunkan daya dukung lingkungan wisata.
Seluruh area komersial pantai kini dipenuhi rumput dengan tinggi tidak terkendali. Fenomena ini mengindikasikan ketiadaan aktivitas pengelolaan rutin. Keberadaan pagar kayu atau patok di bibir pantai juga dinilai mengganggu lanskap alami dan menghalangi pandangan langsung ke laut, yang seharusnya menjadi daya tarik utama wisata bahari.
Seorang warga Desa Lantagi yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah berlangsung lama.

“Keadaan pantai seperti ini sudah hampir dua tahun. Tidak ada lagi pengunjung karena fasilitas rusak dan area pantai kotor,” ujarnya kepada wartawan.
Akibat pembiaran tersebut, tingkat kunjungan wisatawan menurun drastis hingga nyaris tidak ada aktivitas wisata. Secara ekonomi, kondisi ini menyebabkan terhentinya perputaran ekonomi lokal yang sebelumnya diharapkan tumbuh dari sektor pariwisata berbasis desa.
Menanggapi situasi tersebut, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Buton Utara melalui Dinas Pariwisata dan instansi teknis terkait untuk segera mengambil langkah tanggap darurat. Upaya rehabilitasi fasilitas, pembersihan kawasan melalui kerja bakti terpadu, serta penataan ulang sistem pengelolaan dinilai mendesak guna mencegah kehilangan aset wisata daerah.
Revitalisasi Pantai Wanua Ndoke diharapkan dapat mengembalikan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi kawasan, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Buton Utara.
(Achmad Irawan)

