Lenterawayracana.id | Tolitoli, Turnamen sepak bola Bupati & Wakil Bupati Tolitoli Cup Jilid II Tahun 2026 resmi dibuka dalam suasana penuh semangat kebersamaan di Desa Sandana. Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan juga ruang sosial yang mempertemukan energi kolektif masyarakat dalam satu lapangan yang sama: sepak bola.

Acara diawali dengan pembukaan resmi, dilanjutkan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustad Burhanudin, Imam Masjid Taqwa Sandana. Dalam perspektif ilmiah populer, doa dalam sebuah seremoni publik memiliki fungsi psikologis sebagai penguat harapan kolektif serta membangun suasana emosional yang kondusif sebelum kegiatan dimulai.
Laporan ketua panitia yang disampaikan oleh Kepala Desa Sandana, Sofyan Djalal, menekankan pentingnya turnamen ini sebagai wadah pembinaan generasi muda sekaligus ajang mempererat solidaritas antarwilayah. Ia menyebut bahwa sepak bola memiliki dimensi sosial yang kuat, tidak hanya sebagai olahraga tetapi juga sebagai media integrasi sosial.
Rangkaian sambutan kemudian disampaikan oleh Ketua ASKAB PSSI Kabupaten Tolitoli, Saleh Kanni, yang menyoroti pentingnya pembinaan atlet usia dini. Sambutan berikutnya datang dari Wakil Bupati Tolitoli, Muhammad Besar Bantilan, yang mengapresiasi kerja panitia dan berharap turnamen ini mampu melahirkan talenta sepak bola daerah.
Puncak sambutan disampaikan oleh Bupati Tolitoli, Amran Hi. Yahya, yang secara resmi membuka turnamen. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa olahraga merupakan instrumen strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, terutama dalam membentuk karakter disiplin, sportivitas, dan kerja sama tim.
Sebagai simbol dimulainya kompetisi, dilakukan penyerahan bola dari panitia kepada Ketua ASKAB PSSI, diikuti dengan tendangan pertama (kick-off seremonial) oleh Bupati Tolitoli. Momentum ini menjadi penanda dimulainya rangkaian pertandingan yang akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur Forkopimda, antara lain Dandim 1305/BT Ariyanto Rolando, Danlanal Tolitoli A.R. Gazali, Kapolres Tolitoli Raden Real Mahendra, serta Kajari Tolitoli Ibnu Firman Ide Amin.

Dari sudut pandang human interest, turnamen ini tidak hanya tentang skor dan kemenangan, tetapi juga tentang harapan masyarakat, tentang anak-anak muda yang bermimpi menjadi pemain profesional, tentang kebanggaan desa, serta tentang semangat kolektif yang menyatukan perbedaan dalam satu tujuan: sportivitas dan persaudaraan.
(Nawir Abu)
