Lenterawayracana.id | Tolitoli — Suasana khidmat Perayaan Jumat Agung Tahun 2026 di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, berlangsung aman dan tertib. Di balik ketenangan tersebut, hadir peran aktif aparat kepolisian melalui patroli pengamanan yang dilakukan secara intensif sejak pagi hari.

Pada Jumat (3/4/2026) pukul 08.30 WITA, jajaran Polsek Baolan menggelar patroli pengamanan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Baolan, Iptu Samir Muhammad, S.H., M.H. Kegiatan ini menyasar sejumlah titik rumah ibadah yang menjadi pusat pelaksanaan ibadah umat Kristiani.

Sebanyak 19 gereja yang tersebar di wilayah Baolan menjadi fokus patroli, di antaranya GPIBT Jemaat Imanuel, Bethesda, Bukit Saitun, hingga Gereja Paroki Kristus Raja dan Gereja Toraja Jemaat Gihon. Kehadiran aparat di lokasi ibadah memberikan rasa aman sekaligus memastikan kegiatan keagamaan berjalan tanpa gangguan.
Secara deskriptif, patroli ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan bagian dari strategi preventif berbasis keamanan masyarakat. Dalam pendekatan ilmiah populer, langkah ini dapat dikategorikan sebagai early detection and prevention system, yakni upaya mendeteksi potensi gangguan sejak dini guna meminimalisasi risiko keamanan.
Kapolsek Baolan bersama personel juga aktif memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat. Pesan yang disampaikan tidak hanya terkait kewaspadaan terhadap potensi kriminalitas, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama sebagai fondasi stabilitas sosial.

Dari sisi human interest, kehadiran polisi di tengah umat yang beribadah menciptakan rasa nyaman yang nyata. Beberapa jemaat terlihat lebih tenang menjalankan prosesi ibadah, mencerminkan kepercayaan publik terhadap aparat keamanan yang hadir secara humanis dan responsif.
Patroli berakhir pada pukul 11.00 WITA dengan situasi yang dilaporkan aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan keamanan yang berarti, menandakan sinergi antara aparat dan masyarakat berjalan efektif.
Momentum ini kembali menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi hasil kolaborasi kolektif dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.
(LW.id)
