Kenterawayracana.id | Toli-Toli, Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H, jajaran kepolisian di Kabupaten Tolitoli kembali menunjukkan wajah humanis institusi melalui kegiatan sosial berbasis kepedulian. Pada Selasa pagi (24/3/2026), penyerahan bantuan berupa parsel Lebaran dilaksanakan di wilayah hukum Kecamatan Baolan sebagai bagian dari program bakti sosial Polres Tolitoli.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WITA ini merupakan representasi dari komitmen kepolisian dalam memperkuat relasi sosial dengan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak panti asuhan. Dalam perspektif sosial, bantuan semacam ini tidak hanya berdimensi karitatif, tetapi juga berfungsi sebagai penguat kohesi sosial dan simbol kehadiran negara di tengah masyarakat.

Kapolres Tolitoli diwakili oleh Kapolsek Baolan Iptu Samir Muhammad SH , MH, bersama Waka Polsek Iptu Subroto dan personel lainnya dalam proses distribusi bantuan. Sebanyak 35 paket parsel disalurkan kepada tiga panti asuhan, yakni
Panti Asuhan Ihsanul Umma di Desa Buntuna (15 paket),
Panti Asuhan Sitti Hadijah di Kelurahan Nalu (10 paket),
LKSA Panti Asuhan Tat Twam Asi di lokasi yang sama (10 paket).
Setiap paket berisi kebutuhan dasar yang relevan dengan momentum perayaan, seperti minuman ringan, biskuit, gula pasir, teh, minyak goreng, susu kaleng, dan sirup. Secara fungsional, komposisi ini mencerminkan pendekatan distribusi bantuan yang mempertimbangkan aspek konsumsi keluarga selama hari raya.
Dari sudut pandang human interest, kegiatan ini membawa makna lebih dari sekadar distribusi logistik. Bagi anak-anak panti, kehadiran aparat kepolisian bukan hanya simbol otoritas, tetapi juga representasi empati dan perhatian. Interaksi langsung yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi momen penting dalam membangun rasa aman dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Selain menyerahkan bantuan, Kapolsek Baolan juga melakukan peninjauan terhadap pemasangan kanopi di musholla Panti Asuhan Ihsanul Umma. Langkah ini menunjukkan pendekatan berkelanjutan dalam program bantuan, tidak hanya terbatas pada kebutuhan konsumtif, tetapi juga menyentuh aspek fasilitas penunjang ibadah.
Kegiatan berakhir pada pukul 11.30 WITA dalam situasi aman dan kondusif. Secara keseluruhan, agenda ini memperlihatkan bagaimana pendekatan keamanan modern tidak lagi bersifat represif semata, melainkan juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan pelayanan sosial.
(LW.id)

