PALU – Bukti kecintaan terhadap sepak bola dan Kabupaten Tolitoli kembali ditunjukkan oleh IPDA Artha, yang pernah bertugas sebagai mantan Kapolsek Dakopemean. Kepeduliannya terhadap daerah yang pernah menjadi tempat pengabdian diwujudkan dengan membantu sejumlah pemain muda asal Tolitoli agar dapat berlaga di turnamen Liga 4 tingkat nasional.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat empat pemain asli Tolitoli yang memperoleh dukungan tersebut. Mereka berasal dari beberapa desa, di antaranya Desa Lingadan, Desa Bajugan, serta Kelurahan Baru. Keempat pemain ini dinilai memiliki potensi teknis, kemampuan fisik, dan mental bertanding yang kompetitif untuk tampil di ajang nasional.
IPDA Artha menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan bukan semata bentuk bantuan personal, melainkan wujud tanggung jawab moral terhadap pembinaan generasi muda.
“Saya ingin anak-anak Tolitoli memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan menunjukkan kualitasnya di level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Dalam perspektif ilmiah, pembinaan atlet usia muda merupakan bagian dari proses talent scouting dan athlete development pathway. Akses terhadap kompetisi nasional seperti Liga 4 berperan penting dalam meningkatkan match experience, daya adaptasi taktik, serta kematangan psikologis atlet. Dukungan eksternal, baik dalam bentuk fasilitasi maupun motivasi, terbukti berkontribusi signifikan terhadap peningkatan performa dan keberlanjutan karier olahraga.
Langkah mantan Kapolsek Dakopemean tersebut dinilai sebagai bentuk investasi sosial dalam pembangunan sumber daya manusia melalui olahraga. Partisipasi empat pemain asal Tolitoli di kancah nasional diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berlatih dan berprestasi.

Masyarakat Tolitoli pun menyambut positif kontribusi tersebut dan berharap sinergi antara tokoh masyarakat, aparat, dan komunitas olahraga terus terjalin demi kemajuan sepak bola daerah secara berkelanjutan.
(Muhammadan)
