Lentera Wayracana.id | Tolitoli, Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan pasar murah yang digelar oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Tolitoli bekerja sama dengan sejumlah lembaga dan pelaku usaha.
Kegiatan pasar murah tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026 mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai, bertempat di halaman Kantor Dinas Perdagangan Kabupaten Tolitoli.
Program ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah menjelang Idul Fitri, yang secara ekonomi sering mengalami peningkatan permintaan terhadap bahan kebutuhan pokok (bapok). Dalam perspektif ekonomi makro, peningkatan permintaan menjelang hari besar keagamaan berpotensi memicu tekanan harga apabila tidak diimbangi dengan intervensi pasar dan penguatan distribusi logistik.
Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Pelaksanaan pasar murah tersebut melibatkan berbagai pihak, antara lain Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah, Perum Bulog Tolitoli, distributor bahan pokok, ritel modern, serta pelaku usaha di pasar rakyat.
Secara teoritis, kebijakan pasar murah merupakan salah satu instrumen stabilisasi harga yang sering digunakan pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara sisi permintaan dan penawaran di pasar. Dengan memperkuat akses masyarakat terhadap komoditas pangan strategis, kegiatan ini juga diharapkan mampu menekan laju inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Dinas Perdagangan Kabupaten Tolitoli pun mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan datang langsung ke lokasi kegiatan guna memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya dengan harga yang lebih ringan.
Informasi kegiatan ini disampaikan langsung oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Tolitoli sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi serta memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
(LW.id)

