Lenterawayracana.id | TOLITOLI — Upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus dilakukan aparat kepolisian melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Kali ini, patroli difokuskan pada area rumah ibadah, tepatnya di Gereja Bukit Zaitun, Kabupaten Tolitoli, yang menjadi salah satu titik strategis aktivitas masyarakat.

Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Yusli bersama Brigadir Jumadil dengan pendekatan humanis namun tetap tegas. Kehadiran personel di lokasi bukan sekadar simbol keamanan, tetapi juga bagian dari strategi preventif untuk meminimalisir potensi gangguan kamtibmas, khususnya saat berlangsungnya aktivitas ibadah.
Secara deskriptif, patroli dilakukan dengan menyisir area sekitar gereja, berinteraksi langsung dengan jemaat, serta memastikan situasi lingkungan tetap kondusif. Langkah ini sejalan dengan konsep community policing, di mana kehadiran polisi tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan rasa aman.
Dari sisi analitis, kegiatan KRYD memiliki fungsi penting dalam mengurangi peluang terjadinya tindak kriminalitas. Dalam perspektif kriminologi, kehadiran aparat di ruang publik terbukti mampu menekan niat dan kesempatan pelaku kejahatan (crime opportunity reduction). Dengan demikian, patroli bukan hanya reaktif, melainkan bagian dari sistem keamanan berbasis pencegahan.
Secara naratif faktual, Aiptu Yusli dan Brigadir Jumadil terlihat aktif menyapa jemaat, memberikan imbauan kamtibmas, serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Interaksi tersebut menciptakan kedekatan emosional yang menjadi fondasi kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.


Sementara itu, dari sisi human interest, kehadiran polisi di tengah masyarakat yang sedang menjalankan ibadah memberikan rasa tenang dan nyaman. Beberapa jemaat mengaku merasa lebih aman dengan adanya patroli rutin tersebut, terlebih di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi gangguan keamanan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga hasil kolaborasi antara polisi dan masyarakat. Dengan pendekatan yang persuasif dan berkelanjutan, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Tolitoli tetap terjaga dengan baik.
(LW.id)

